perempuan ayu itu lalu menatap dengan sorot mata yang akrab, ia menatap seolah sedang tersenyum pada seorang putra yang sedang merajuk dan menginginkan mainan. Kemudian ia memejamkan mata dan menghela nafas panjang, sejenak kemudian dia membuka matanya dan berkata lirih pada lelaki itu..
“karena aq mengerti lukamu, aq mengerti luka yang menjadi bebanmu, luka yang bahkan membuatmu dengan berat membekukan ruangmu itu, luka yang membuat dingin dada mu, yang membuatmu merasa tidak berarti lagi.. aq tau..”, kata perempuan itu setengah berbisik. “kamu berusaha melupakan semua ingatan tentang dia, namun semua itu hanya bisa jika otakmu terlalu sibuk untuk merespon luka yang lain.. aku tersenyum karena aq sangat mengerti akan apa yang kmu rasakan..” kata perempuan itu lagi, dan dia tersenyum, peluh di matanya menetes, entah itu karena sesuatu yang dipakainya untuk menghias matanya ataukah memang air mata perempuan ini hitam, lelaki itu tak tahu sama sekali, karena ia saat itu sedang terlalu dalam dan tenggelam menatap mata hitam putih itu, ia merasa sangat tragis saat menemukan sebuah kecantikan dalam keadaan warna yang tak berwarna lagi ini.
Sebenarnya sedikitpun laki-laki itu tak melihat satu kebohongan pun di mata sayu perempuan itu saat dia berkata seperti itu, dia memang tidak berbohong, dia tahu rasanya, tapi perih luka di nadi nya menusuk kesadarannya dan membuat ego nya tersentak.
“tau apa kamu tentang luka ku !!? , tau apa kamu tentang diriku hah !!?”, lelaki itu membentak dengan penuh marah. Ia ingin dimengerti, tapi tak semudah itu, ia ingin orang lain tahu dia terluka, bukan sekedar tahu, tapi merasa, dan bukan hanya sekedar merasa.. Lelaki itu ingin orang lain menjadi dirinya dan merasakan sakitnya juga.
ya.. sakit ini tak ada yang tau rasanya, sakit ini cuma aq yang tahu perihnya, rasa sakit ini cuma ada didalam diriku, dan tidak boleh ada satu orang pun yang berhak untuk merasa tahu akan sakit ini. Memangnya siapa perempuan ini, dia bahkan setidak tahu siapa aku seperti aq tidak mengenalnya, dan seenaknya saja dia berkata dia tahu rasa sakitku ini.
ataukah dia memang tahu??
Kalau memang dia tahu rasa sakitku ini, siapa dia??
Apakah aku sesungguhnya memang tidak mengenalnya??
Adakah pernah aq bercerita padanya sebelumnya??
Apakah dia memang mengenalku??
Dimana aq bertemu sebelum ini??
Kapan aq bertemu dengannya sebelum saat ini??
Aq memang merasa pernah mengenalnya, tapi dimana, dan kapan??
Lelaki itu merasa gusar sekali dengan ketidaktahuannya, takut tepatnya pada apa yang tidak diketahui dan tak bisa dijangkau pikirannya. Pikirannya berkelana dan bekerja keras mencari jawabannya ke setiap sudut, celah bahkan jurang ingatannya. Tapi tak satupun pertanyaan itu terjawab, hanya dugaan-dugaan yang sesungguhnya adalah pertanyaan yang dipertanyakan lagi pada ketidaktahuannya.
“sssshhh…. jangan takut..”, kata perempuan itu tiba-tiba sembari menutupkan telunjuknya di bibir merahnya, lelaki itu tercengang. Bahkan seluruh pertanyaan yang hendak di cecarkan ke perempuan di depannya itu juga seolah merasa ketakutan dan pecah dari keruwetan yg tadinya terkumpul di ingatannya, pertanyaan-pertanyaan yang tadinya dengan gusar mengobrak-abrik file-file ingatannya kabur dan mencari celah kosong untuk bersembunyi. Lelaki itu pun terhenyak karena tak menemukan apapun untuk dipertanyakan, dan dia pun terdiam selayaknya selongsong kosong peluru yang timah dan mesiunya terlucuti. Egonya benar-benar terpelanting dan terbanting akan ketidaktahuan ini, dia memang tak tahu apapun.
Dan perempuan itu masih tersenyum dihadapannya, senyum sederhana yang dibuatnya seolah hendak menjawab seluruh pertanyaannya, dan memang dibalik senyum perempuan itu, ada jawaban-jawaban yang tersimpan.
Kemudian perempuan itu bangkit dari bersimpuhnya, ia menanggalkan pakaian yang kenakan dan membuat lelaki itu ternganga..
“a.. apa yang ka..kamu la..kukan..”, tanya lelaki itu tergagap. Dan demi melihat apa yang dihadapannya, lelaki itu tak berkedip sedikitpun.
“..aa..ap..”
“ssshhh..”, perempuan itu mendiamkan lelaki itu dengan telunjuk di bibirnya.
“diamlah..”, bisik perempuan itu.
Dan keseluruhan lelaki itu diam, bahkan pikirannya pun tak berbisik saat perempuan itu kembali bersimpuh dihadapannya dan menatap matanya dalam-dalam.
Perempuan itu tersenyum…
To be Continued..
----------------------------------------------------------
links to visit:
aborsi










mmmmm… komen dulu baru baca…
*cepet2
waaaa….
asyik iki endingnyaaaaaaaaaaaa!!!!!
ayo part 3!!!
part 3!!!!
manaaaaaaaaa???????????? *mendadak mupeng
ih oom irdi porno… hahahahahahaha
to be continued lagi..
asemm ik…
::…”..kamu berusaha melupakan semua ingatan tentang dia, namun semua itu hanya bisa jika otakmu terlalu sibuk untuk merespon luka yang lain..”..muaa..ha..ha… gak comment akh…
balsaaammmmmm
keren banged idenya, mantab mang! ilmu balsam itu memang salah satu plot most pple dearly love to read and do huhuhuhuhu
eh, sedikit numpang bubbling ga jelas ya hhuhuhuhu
well first, i dont think the title fit in well. i told u why kan ….
kedua, tadinya aku kirain the stage nya adalah pikiran lelaki itu, tapi belakangan .. seolah2 dia meloncat dari the stage, menyenyawa huhuhu apa sih, hidup gituh, nyamperin si perempuan, yg juga menghidup, meaning, the stage is no longer frozen …. they compromise.
@zen
haiyaahh..
@nana
wah.. nana g mau baca lanjutannya..
@zal
hohoho.. Kenapa bang??
@ann & nisha
balsam, ya memang kayak itu.. dan fyi, awalnya bukan dari idea itu..
the title fit perfectly.
Thx u.
Oom… jadinya nanti si perempuan itu bakal membunuh si lelaki dan mengulitinya dan memotongnya, dan membakarnya sampai jadi abu, dan membiarkan tanah menghirupnya dan angin melenyapkannya???
*berharap akhir yang tragis mode on*
hahahahhahahahhaha….
*ketawanya ketinggalan Oom….*
*masih tetep gelar tiker*
*jantungku kok berdebar yah*
aku menlanjutkan dengan nonton bokep aaaaahhhh
tiba-tiba saya jadi tertarik sama tulisan sampeyan ini om, part 3 nanti ceritanya yang detil yak!
lebai……………………………
sialan………………………….
klo sekuel jangan terlalu kentanhank dungggg……………………………..
@keponakan edan
mending kamu bikin cerpen mu sendiri deh..
yang horor gitu..
@almascatie
berdebar jantungnya?? yakin jantungnya??
bukan yang lain-lain??
@ulan
ikutttt… hayuuukk
mo nonton yang apa mbak??
aku melu pokoknya
*gak mau jauh-jauh*
wakakakaka…
@mas stein
jah ilah.. -.-!
dasar lelakiiii
@yusi
aha aha aha
wakakakakaka..
lapo kok kmu jadi kenthank :p
woi woi..mana lanjutannya??
aku cuma baca yang bagian buka baju, itupun karena dipaksa
Part 4 nya pasti lelaki itu memeluk dan mencium kening perempuan itu.
Haduhhh..
Part 3 nya masih terlalu ‘kejam’ untuk diposting.. Hiks..
suwe.
ada part 5 nya ga ?
Wah… Asyik juga nih……
kok gak bisa comment yah?
aq lupa pernah nulis ini.. >_<"