“Autis”mu
Pagi ini aku membuka layar hape dan melihat sms :
“cinta mungkin itu tidak pernah ada, yang ada hanya keinginan-keinginan”
sehari sebelumnya
benar-benar melelahkan sekali mengikuti pikirannya. kali ini seorang laki-laki menjadi korban kemarahanku, memang seharusnya aku tak marah, tapi entah mengapa aku suka untuk mengkritiknya, mungkin karena aku selalu mengamatinya, setiap tingkah laku, geraknya, pemikirannya, namun pemikirannya kadang tak terlihat dalam tindakannya, kadang juga amat sangat jelas sekali terlihat dan ditampakkannya.
malam itu dia mangajakku untuk berkumpul bersama teman-temannya, dia juga bilang akan menemui seorang teman baru, cewek katanya.
dia: “udah ikut aja lah, aku mo ketemuan sama temen cewe nih”
aku: “hmm.. okelah kalo gitu, tapi jangan malam-malam ya pulangnya, besok aku kerja pagi-pagi sekali”
dia: “udahlah.. besok aku bangunin deh”
setelah satu jam perjalanan dan cerita panjang lebarnya soal teman barunya itu, aku ngerasa jelas sekali kalau dia sedikit banyak tampak berharap dengan temannya itu, berharap lebih tepatnya. Meski aku lihat dia sempat gelisah, dia bercerita tentang kejadian kemarin malamnya, bagaimana dia kebingungan dan tak bisa tidur karena memikirkan keberadaan teman barunya.
well, setelah bertemu, aku tahu kenapa dia jadi semangat untuk bertemu dengan teman barunya itu, secara memang dia menarik. Well, tapi seperti biasanya, temanku ini tak terlalu banyak bicara, hanya bicara secukupnya saja dengan teman barunya ini. Aku jadi bingung, ini kok jadi berbeda dengan ceritanya sebelumnya katanya dia dah kenal cukup baik dan sering berbincang di telepon, kok sekarang sedikit sekali ngobrolnya ?
secara acara lomba bilyard yang didatangi sebenernya hanyalah alasan untuk bisa ketemu dengan teman barunya itu, waktu disana hanya 4 orang yang menonjol yang aku perhatikan. Sobatku, teman cewe sobatku sebut aja Ann, lalu seorang perempuan paruh baya bernama dian (aku manggil dia tante dian sih), dan seroang laki-laki dipanggilnya Jo, yang kata sobatku itu adalah salah seorang sobatnya, ex-boyfriend dari Ann.
Well.. aku bisa bayangkan kalo malam ini akan menjadi sangat menarik sekali ceritanya..
secara acara bilyardnya hanya selingan, sobatku ini asik aja dengan meja bilyard, meski dia cuma asal sodok sana-sini dan bola-bola nya muter ga jelas kesana-kemari, lumayan bikin bosan saja, tapi sebenarnya aku tahu dari sudut matanya, dia memperhatikan teman cewe-nya dengan sangat seksama, aku cuma mengamati saja, well sepertinya ada sesuatu yang terjadi antara dia dan teman cewe-nya itu. Sebaliknya, Ann asik dengan teman-temannya, aku tahu dengan jelas kalau sobatku ini ga akan menyeruak masuk untuk merebut perhatian Ann dari teman-temannya, karena sobatku ini, oh iya namanya Deni, yang aku tahu, deni tipikal seorang yang sangat terlihat cuek namun dia memberikan atensi yang amat-sangat dengan diam-diam, jeleknya.. kalo dia sudah bilang ‘tidak’ ya dia akan melakukan ‘tidak’nya dengan sepenuhnya, meski kadang itu sangat membuatnya sengsara. sakno kmu nak.. *uppss..* makanya, jangan terlalu autis tah.. autismu merugikanmu.
Awalnya yang hadir disana cuma beberapa orang saja, bahkan si Jo datang terlambat karena ada urusan kata deni sesudah menelepon Jo beberapa saat setelah ia celingak-celinguk dan tidak menemukan sobatnya ada disana, acara pun berlangsung dengan santai, Deni tak terlalu memaksakan Ann untuk ada didekatnya karena memang itu tipikalnya, aku jadi tahu satu hal, mereka pasti belum memiliki komitmen antara satu dengan yang lainnya.
Semua berjalan dengan baik-baik saja, sampai aku mendengar deni sedikit membentak.. tante dian ada didekatnya dan sedikit terlalu dekat menurutku. haha.. deni pasti sangat tidak menyukai perempuan itu sampai dia membentaknya, maksudku, dia bukan tipikal lelaki yang akan membentak perempuan, dia tipe lelaki yang akan mendiamkan seseorang jika setidaknya ia masih respect atau menyayangi perempuan itu. Menurutnya membentak dan berkata-kata pada saat marah akan sangat-sangat merugikan karena kita ga akan sadar hal itu.. “Speak when you are angry - and you’ll make the best speech you’ll ever regret..” katanya.
kembali ke deni yang membentak, aku sedikit merasa heran dengan deni yang membentak tadi, jadi aku ikut mendengarkan saja dengan seksama,
Deni : apaan sih ? kalo mo bisikin itu di telinga, telinga itu sini !
T.Dian: deni, kmu tau ga alasan Ann datang kesini ?
Deni : ya untuk ketemu sama teman-teman juga kan??
T.Dian: sebenernya dia kesini itu juga karena mo deketin Jo lagi.
Deni : so, apa aku harus tau ini ?
T.Dian: iya deni, kmu kan lagi mo dekatin dia, aku tahu kok.
Deni : I don’t care, terserah kmu mo ngomong apa.
T.Dian: please, kamu kasih kesempatan buat Ann untuk itu ya.
Deni : ..
T.Dian: kmu ga tahu sebenernya dia sangat pingin kembali sama Jo
Deni : aku..
T.Dian: kasih dia kesempatan 2-3 hari ini.
Deni : terserah, aku ga tau, dan aku ga mau tahu..!!
(saat ini sekilas aku yakin Ann melihat kearah mereka)
T.Dian: kamu kok selalu marah sih?
Deni : aku ga mau tahu.
T.Dian: kmu marah tuh karena lagi pengen ya?
Deni : what ?
T.Dian: kmu mau aku blowjob ta? *genit*
Deni : ga.
T.Dian: ya udah, terserah.
Deni : ..
deni melihat tante dian sejenak, lalu terlihat sekali dengan sangat-sangat kesal ia menyulut rokok, dian bukan perokok, dan aku tahu jika sudah seperti ini, itu artinya deni ingin sebuah ruang untuknya, asap rokok adalah sarana halus untuk mengusir tante dian dari dekatnya, deni terlihat marah sekali, mungkin cemburu,mungkin juga kecewa, yang aku tahu jelas ia ingin mengusir siapapun di dekatnya, aku pun menjauhinya, dia ingin sendiri.
Kemudian, deni pun bertindak seperti yang dikatakannya, dia mendiamkan semuanya, mengendapkan pikirannya dan juga Ann.
setelah kami terpisah dari teman-teman, diperjalanan pulang aku menanyakannya, rute pulang yang biasanya terlewati hanya dalam 40menit menjadi 2 jam, deni mengendarai mobilnya pelan sekali, 40Km/jam.
Aku: kenapa kamu Diamkan Ann ?
Dia: kmu mendengarnya juga kan ?
Aku: ya, jelas sekali
Dia: sigh..
Aku: kenapa ??
Dia: Aku merasa bodoh, kenapa ku dengarkan dian ya ?
Aku: entah.. kenapa dong ?
Dia: sial.. tapi, aku juga merasakan perubahan sikan Ann juga sih.
Aku: kamu tolol juga ya?
Dia: iya aku sangat tolol
Aku: kamu tahu ga, aku sebal melihatmu seperti ini.
Dia: Aku juga.
Aku: kmu tuh.. aku ga tahu mesti ngomong apalagi, terserahlah !!
Dia: ..
Deni membuka kaca jendelanya dan menyalakan sebatang rokok Lucky Strike nya.
“Hey, kamu tahu ga, mungkin memang berharap itu benar-benar percuma, impian itu tidak ada dan alasan keberadaanku di dunia ini hanyalah untuk ada, baik itu tanpa ataupun dengan tujuan. Aku berfikir kalau hidup itu seperti estafet, dari pencapaian yang satu menuju ke pencapaian yang lain, kadang mungkin kita bisa berlari mengalahkan pelari-pelari yang lain, kadang kita bisa dikalahkan oleh pelari-pelari yang lainnya, sewaktu tongkat tersampaikan pada pelari berikutnya kita akan menjalani fase kehidupan berikutnya, perlombaan berikutnya, perjuangan berikutnya..” kata Deni.
“deni… sebenarnya apa yang kamu harapkan?? ”
“entahlah, aku bahkan tak berani lagi berharap..”
“kamu mulai lagi.. kamu selalu ingin merasakan semuanya sendiri, kamu tak ingin orang lain tahu”
“kamu mengenalku dengan baik..” jawab deni singkat.
“terserahlah.. kadang aku pikir kamu harus lebih membuka diri”
“aku sudah mencoba, dan hasilnya aku tenggelam sendiri”
“kamu..”
“I’m building my wall up high again..”
“kmu cuma ingin membagi kesenangan kmu, sedihmu kamu simpan dan rasakan sendiri”
“setidaknya itu akan baik untuk orang disekitarku..”
“tapi kamu bisa meledak..”, kataku khawatir.
“then I’ll die once again..” katanya.
kemudian dari tape yang ada dimobil.. terdengar lagu..
Sunyi kurasa dekati
jiwa ragaku serasa mati
Mengapa semua harus terjadi
Tapi apa dayaku ku tak kuasakanBiarkan aku pergi
Lepaskanlah sepi hatiKucoba bertahan diantara hancurku
dari semua sedihku berlabuh diawakmu
Oh Tuhan berikanlah
secercah cahayaMu, akhiri ceritakuSemua ini telah berakhir tentang
semua rasa
hancur semua mimpiTakkan pernah kumerasakan dari
semua ini
letih aku mencariSemua ini telah berakhir tentang
semua rasa
hancur semua mimpiLetih aku mencari…
dari semua ini…Dari semua ini
“lagu siapa ini den ? ” tanyaku.
“Allakazham.. judulnya kosong..”
dan perjalanan kami pun di isi kekosongan.. sama halnya seperti malam itu akhirnya dia duduk diam dan tak bergerak dari tempatnya.. aku rasa ia sedang meditasi.. dan baru kali ini ia meditasi karena ingin lari dari kemarahannya.
----------------------------------------------------------
links to visit:
Bandung City Cicenet Ebook Printing Hawkins4Congress Indonesian Idol Info Indonesian Idol Org Studio Inova Lyrics Update Models Guide My Review Land My MP3 Song Night Banquet NLOCI Payday Loans my indonesian version of blog mybest friend blog another blog of mine aborsi
- July 21st




meditasi karena lari dari sesuatu seperti anak anjing berputar putar mengejar buntut nya.
Aku tau settingnya, aku tau acaranya, aku tau beberapa namanya, TAPI AKU GA ERUH SOPO SENG DIMAKSUD =)) =))
So frustating……
aq tau itu siapa..’n aq membenci kelemahanmu krn cinta itu..qm gak jujur & terlalu sombong utk akui jika qm sakit rasakan kesedihan itu..padahal aq ingin liad qm bahagia..SHIT!!! if i can help u…
@lingkar kecil
iyo mbah.. akhirnya dia cuma bisa muter2 di pikirannya dan ga lepas dari sana.
@wong (pura2) goblok
laugh then..
@what’s up
(sepertinya) menurut deni, kadang lebih baik diam saat perasaan kita sedang tak menentu dan deni bukan anak kecil Oom.. meski beberapa waktu lalu dia ngompol di kasur.
yang ada bukan cinta
hanyalah kepentingan semata
jangan pernah berharap pada cinta
cinta bisa mati dan menghilang
tapi persahabatan selalu utuh
hmmm…
pembicaraan antara hati dan logikamu
boleh juga…..
hmmmm,,,,
tapi deni ada benernya juga….
sendiri itu menyedihkan bukan ketika kita tidak ada teman untuk berbagi tangis,,,,
tapi ketika tidak ada teman untuk berbagi tawa…..
ia walopun kalo over juga bisa ‘njeblug’ seh,,,,
@queen syeba
you see it troughly… nice
@owbertku
well.. dia udah ‘njeblug’ sore ini mas.
@ om lingkar kecil : diskusi yok om.. tentang deni..
seperti nya dia bahkan tidak bermeditasi, dia cuma coba lari dari yang dia sendiri pun enggak tau, seperti anak anjing tanpa buntut yang berputar-putar
@ulan
itu anjing kecilnya lagi maenan kali mbak..
jadi pas muter2 dia seneng.. trus pusing.. trus mual-mual.. muntah.. panas-dingin.. bentol-bentol di mata trus meninggal..
kena azab tuh, akibat tak berbuntut dan mutar-mutar.
http://en.wikipedia.org/wiki/Ouroboros
Kenapa perumpamaannya anak anjing yang berputar2 ya? Kenapa bukan lelaki yang berusaha menghisap penisnya sendiri?
waduh… cinta memang bikin autis….