Mouse dan Kiborku

Netto 220ml

Thursday, 21st August 2008

Persetubuhan 10 detik sebelum matahari terbit

Posted by irdix

Adakah kamu amati pagi?
ini hanyalah cerita dari perjalananku bersama waktu, dia menjemputku dan menjadikan aku dirinya.
ini hanya sedikit cerita pagi yang teramati.
tentang percintaan dingin dan hangat.

lirih tersenggal nafas malam mulai terdengar dan ia berdetak perlahan, meski lama ia telah lelah melangkah dan ia hanya akan hendak berhenti sejenak tuk terus berjalan putari sisa waktu bumi. Sang Pagi pun mulai regangkan kaki dan coba berdiri tegak dan menjantan perkasa. rasakanlah, kini pagi akan mulai berjalan..

Aroma pagi membawa bekas-bekas persetubuhan dingin dengan hangat, ya.. dingin malam adalah sang jantan yang berkelana kemana angin mencomblangkannya setiap hari dan mencari hangat yang menawarkan lembut bentuknya. Persetubuhan mereka akan menitiskan embun dan menawarkan setitik kesegaran pada sesiapapun mereka yang mau mengintip, tidak ada makna malu untuk kemaluan mereka yang bertautan, siapapun yang mengintip, melihat bahkan merekam keindahan persetubuhan mereka dalam ingatan akan terpesona. Mereka akan menjadi ikut birahi dan bernafsu untuk melihat lagi.. lagi dan lagi..

Mereka yang menyaksi akan menagih untuk melihat bagaimana dingin mengecup dahi hangat dengan seolah tak peduli dan bagaimana kelembutan hangat membelit dan menenggalamkan kejantanan dingin dalam dirinya sepenuhnya, dan melumatnya hingga lunglai tak berdaya dan puas, perlahan dan dengan terlolosnya bentuk dingin dan hangat mereka orgasme, tetes-tetes embun akan menitis dan terbawa oleh angin.. dan jika pagi ini kau terbangun mendapati embun menyapa wajahmu.. coba rasakanlah sedikit kesegaran dari ekstase dingin dan hangat yang telah orgasme bersama sepuluh detik yang lalu.

Seluruh jari-jari dan tulang tubuh rumput yang semenjak tadi di rajam bekunya malam pun mulai meregang. Rumput-rumput menggeliat menggoda, rambatan energi mulai menyelimuti gemulai gerakan mereka yang disapu dengan lidah basah dari angin pagi, meninggalkan jejak segar dan ekstase tak terkira, rumput dibasahi keinginan dan ia telah siap untuk menyambut keperkasaan matahari.

Sementara rumput menari dan mengeliat-geliat liar di sapuan ekstase angin yang juga membawa bayangan perkasa matahari, kehidupan lain mulai bermekaran. Beberapa mata bintang perenung keajaiban mulai sayup dan meredup, mereka lelah terjaga semalaman dan bergelayutan di atap langit, saudaranya menggantikannya saling berkedipan untuk membuat janji menrenungi keajaiban hari. Bintang fajar berpijar, cahanya memancar liar mengahajar dengan gahar pada semua mata yang menatapnya, namun ada harapan di tatapan cahaya itu, ada pujian pada mereka yang telah bangkit menyambut matahari.

Pelan, satu kilatan cahaya di horizon mencuat, terasa seperti sebuah muncratan orgasme yang keluar memancar sekilas.. Matahari sedang berkedip. Matahari mengangkat kedua tangannya menggeliat malas, semburat cahaya pun muncrat lebih banyak lagi, kali ini seperti cipratan orgasme susulan yang lebih banyak dan membancar keluar tak tertahan lagi.. Seluruh penjuru alam menatapnya tak berkedip, menyaksikan kaisar siang melirik dengan malas pada kesemua yang menatapnya takjub, perlahan Matahari menengadah dan bersyukur takzim, kesemua makhluk dan alam ikut mendongak dan memejamkan mata, dalam batin tiap mereka menatap tinggi, jauh ke batas yang bahkan tak tersentuh sedikitpun oleh hangat matahari maupun dingin malam. Sejenak semuanya diam, tak ada suara, tak ada gerakan, tak ada nafas ditarik ataupun dihembus..

semuanya bernyanyi pelan..

sunyi…

su..nyi…

s…u….n…y…i…

kami bernyanyi tentang sunyi…

dalam diamnya yang khidmat dan agung itu.. seperti hantaman palu hakim dunia, seperti geledek yang menghajar awan dengan cemetinya dan Bllllaaarrrrr..!!!

Matahari membuka matanya dengan nyalang, tak nampak lagi lelah dan mengantuk di matanya, ia menatap dengan gemas pada semua makhluk dan alam dalam jangkauan pandangnya, dalam gambar matanya yang sejak detik itu tak akan menutup kelopaknya sampai petang nanti. Semua mata yang tertutup dalam khidmat yang agung itu membuka bersamaan dan matahari dengan bertalu-talu memukul gendang penabuhnya dengan semangat yang bahkan tak terlawan, matahari membagi semangatnya dalam cahaya..

DUGH..!!

DUG..DUG..!!

DUG..DUG..DUG!!

Matahari dengan nyalang matanya yang tajam dan tak terlawan oleh mata kesemua makhluk menatap satu persatu semua mata dengan secepat yang tak terbayangkan. Kesemuanya mata seolah ditatapnya bersamaan

seolah ada satu komando yang memerintah dan serempak semua detak jantung terpacu bersamaan, semua berdegup bersama, berdegup bersama semua, bersama berdegup semua. Detak-detak nampak semburat dan bubar dari khidmatnya, semua mencari iramanya masing-masing dan bekemudian berteriak-teriak membagi liarnya pagi, sepuluh detik kemudian.. semua jantung menemukan irama masing-masing dan berdetak masing-masing semua memiliki irama yang berbeda, berbeda dalam satu sepersekian sepuluh juta kali sekian juta-juta. Tak ada irama jantung yang sama, semua meritmis sendiri, dan itu adalah irama hidup terindah yang pernah terdengar.

Kemudian dengan tangan berkacak di pinggangnya, matahari perlahan melayang ke atas, langit pun terbatuk silau dan segera menyibak selimut matahari yang hitam kelam dengan terburu-buru, itu kenapa kita bisa melihat semburat warna yang bercampuran di pagi hari saat terbitnya matahari, dan matahari tak peduli dengan keterlambatan langit membuka selimut untuknya, karena selimut itu pasti bolong terkena muncratan dan buncahan tubuhnya yang konon selalu penuh dengan gairah menggelegak yang panas dan tak tersalurkan. Hanya dengan pancaran genderang gairah itu saja semesta bisa benderang.

Sampai matahari menampakkan separuh dirinya, aku masih menatapnya takjub, kemudian akupun beranjak dari kursiku dan pergi membasahi diriku, aku harus mencuci gairah yang di tularkan matahari padaku, karena aku hanya sendiri menatapnya, sama seperti pagi-pagi sebelumnya.

inspired from :
DJ Tiesto - Ten Second Before Sunrise
Album : Elements Of Life



----------------------------------------------------------

links to visit:

Bandung City Cicenet Ebook Printing Hawkins4Congress Indonesian Idol Info Indonesian Idol Org Studio Inova Lyrics Update Models Guide My Review Land My MP3 Song Night Banquet NLOCI Payday Loans my indonesian version of blog mybest friend blog another blog of mine aborsi

6 Responses to “Persetubuhan 10 detik sebelum matahari terbit”

  1. hahahahhaa.. nice post bro..
    such a nice song..

  2. kamu horny yaaaaaaaaaaaaa…. hayooooooooooooooo..

  3. fyi

    http://ignatiussolihin08.wordpress.com/2008/04/29/sayap-ade-rindu-whatever-beware/

  4. Seger….
    Segera……
    Segera mulai…..
    Segera akhiri……
    Karena mentari segera meninggi….
    Karena aku pasti merindu, setelah ini….
    Karena kita baru bertemu malam nanti….

  5. Jadi inget waktu itu kita bersetubuh di pagi buta, kamu hanya bertahan 10 detik sebelum orgasme

  6. walah… ngomong apa sih… hi hi hi… *kaburrrrrr

Leave a Reply

« Diet ngetik »