Mouse dan Kiborku

Netto 220ml

Thursday, 21st August 2008

two way monologue

Posted by irdix

dalam jepitan tanganku batang rokok ini mengingatkanku akan dirimu, seperti nikotin yang ditagih oleh tubuhku, jiwaku merindukan hadirmu disini sekarang. Kadang cinta memang bermakna lain jika kita tenggelam bersamanya, mengikuti keinginan-keinginan yang muncul bersamanya, aku takut kehilanganmu.. karena seperti sel abu-abu dalam otakku yang menagih nikotin untuk menenangkan gelisahnya, aku membutuhkanmu.. sekarang.

“cress..” batang korekku menyala, gairahku terbakar. Aku membakar sebatang rokok-ku dan menghirup wanginya dalam-dalam, sebuah kepuasan pemenuhan ego-ku menyusup dalam tubuhku, mendesak ke dalam alveola-alveola paruku dan mennyuntikkannya ke dalam setiap sel darahku. Kedatanganmu seperti nikotin yang membius sel abu-abuku, menenangkannya dengan lembut, aku ingin meracuni diriku semakin dalam, meracun diriku olehmu. Serotonin yang menghanyut dalam ketenanganku semakin membuatku terpuruk dalam renunganku akan dirimu.

“ssstthhaaaa..” kuhembuskan sekumpul asap dengan penat.
Kamu tersenyum, menunjuk dengan ceria kata-kata yang tak terucapkan, namun aq mengerti ucapanmu yang tanpa suara. Aku terdiam perih, kmu bercakap dengan genggamanmu di telinga, aku terdiam mendengar percakapanmu, dalam benakku kamu bisa dengan gembira bercerita pada mereka tentangku, tak tersembunyi.

“ssstthhaaaa..” kuhembuskan sekumpul asap dengan penuh kesal.

dia
arrrgghh…
kumohon..
hembuskan asap itu ke arah lain honey..
aku juga sedang penat..
bagaimana aku bisa menghilangkan penat mu jika kau terus menyemburkan penat mu ke aku??

aku hanya kesal pada diriku sendiri, aku hanya tak tahu harus menikmati momen ini atau menyesalinya dalam diriku. Kamu minta aku berbagi denganmu kan ?

dia
bukan aku tidak perduli dengan mu,
kamu juga nikotin bagi ku, ganja malah..
tanpa mu aku giras..
aku menginginkan mu saat aku butuh ketenangan..
tapi demi tuhan..
buang asap mu ke tempat lain..

“ssstthhaaaa..” kuhembuskan segumpalan asap dengan penuh kemarahan
kamu ekstasi-ku tubuhku bekerja dengan senyumanmu, dengan kata-katamu, tubuhku berkata jika jiwa yang bersemayam didalamnya menagih.. menagihmu untuk memuaskan rasa yang tak ingin kita sembunyikan. Saat ini aku tak lelah dan tak ingin berhenti, aku tak ingin beristirahat.. tapi jika kamu menawarkan pangkuanmu untuk menyandarkan kepalaku, aku akan berhenti menghamburkan asap-asap ini..

dia
benarkah??
benarkah kau akan berhenti??
apa kau akan tidak penat lagi?
atau kau hanya akan berhenti menghembuskan asap nya dan akan menelan nya dalam tubuhmu?
merusak paru mu, mempreteli kejantanan mu,
atau kau hanya akan berhenti merokok??
atau kau punya wanita lain untuk kau semburkan asap mu??

kulumatkan satu nyala bara hidup dalam tatak kaca tebal disampingku.
aku tak memiliki sandaran lain di kehidupanku selain dirimu, kenapa kamu meragukanku ?
aku akan menelan pahit saat ini dengan ludahku yang rusuh, tapi asap ini harus kuhamburkan agar kamu mengerti rasaku. Aku akan berhenti merokok, kejantananku takkan lumat kecuali olehmu, aku akan menjejalkan seluruh hasratku hanya untukmu, aku kan meluruhkannya dalam dirimu, sepenuhnya.

dia
bukan..
bukan meragukan mu, tapi asap penat ini memang mengganggu ku, tapi aku tak akan mau kau menghembuskan nya kearah lain..

tolong…
selesaikan penatku, aku ingin tidur di pangkuanmu.. aku ingin nyaman itu kamu hadirkan lagi.

dia
kemarilah
rebahlah di pangkuanku..
aku menawarkan diriku sepenuhnya untukmu
aku inginkan kamu utuh dan tetap utuh untuk menyanggaku
menemani dan tersenyum atas keegoisanku entah sampai kapan nanti.

aku tak perlu menjawab atas kesediaanku.. karena kamu tahu keinginanmu itu juga mauku.

fully relax after stress



----------------------------------------------------------

links to visit:

Bandung City Cicenet Ebook Printing Hawkins4Congress Indonesian Idol Info Indonesian Idol Org Studio Inova Lyrics Update Models Guide My Review Land My MP3 Song Night Banquet NLOCI Payday Loans my indonesian version of blog mybest friend blog another blog of mine aborsi

3 Responses to “two way monologue”

  1. walaaaahhh.. keren!! nice post ^^

  2. wah wah wah… begitu to ending nya… ckckckckckkc… yayayyayayayya… happily ever after..
    mmmmmm….
    no komen deh om yang satu ini.. eh.. tapi ini udah komen ya

  3. Perasaan pernah baca dehh… Plagiat ya….
    Kalo ga salah dulu pernah baca di mana ya… yang nulis namanya irdix juga…

Leave a Reply