Mouse dan Kiborku

Netto 220ml

Friday, 21st November 2008

Ajarilah egoisku

Posted by irdix

Setelah sekian lama tak bertemu akhirnya pertemuan membawa kita ke satu tempat, sebuah tempat makan sederhana dengan desain anggun dan angkuh yang membuat harga sekepal nasi pun bisa berkali-kali lipat dari harga sewajarnya.. Namun harga itu pantas terbayar karena aku akhirnya bisa bertemu denganmu.

Tapi pertemuan itu tak semulus bayanganku, egoisku membuatku kewalahan menanggapi sikapmu, aku terdiam. Seperti biasa aku selalu memilih untuk diam jika tak bisa bersikap benar di depanmu, dan aku memang egois dengan bersikap seperti itu padamu. Fakta dasar yang ada adalah konsekuensi perlakuanku padamu pasti terjadi dan aku harus mengalaminya, dan aku menyesal, bukankah penyesalan selalu datang terlambat?? Namun penyesalan akan sangat bermakna jika bisa kita alami dan pahami. Dari situlah kita menumpuk pengetahuan.

Aku diam menatap sejumput kotoran dan meja yang basah karena es yang mengkondensikan udara sekitar gelas es bekas dipakai pelanggan sebelumnya di meja sebelahku, di kaca depan kita terbentuk sebias bayangan tipis dan rapuh, bukumu disebelahku, aku bersedekap dan diam menatap semu di kaca itu, bayangan kita nampak suram, bahkan sikut kita tak bersentuhan.. dingin minuman membuat udara disekitar gelas menyublim, meleleh dan merembes ke sisi gelas.

Diam yang ada membuat aku gelisah, tapi aku tak berbuat apapun, aku takut akan membuatmu yang duduk diam disebelahku semakin berang, tapi aku juga tahu diamku juga bisa membunuhku, karena kamu juga mungkin akan semakin berang dengan sikap diamku, aku serba salah, aku bingung.. candaku sedari tadi kamu tanggapi dengan dingin dan tanpa minat, saat itu aku merasa tak berharga dan tak diharapkan, bahkan mungkin aku tak eksis buatmu selain sebagai seseorang asing yang duduk disebelahmu, aku diam. Aku berbicara dalam diamku..

Aku kecewa..

Aku kecewa karena aku mengecewakanmu, karena aku tak bisa menjadi keinginanmu, aku berkomitmen untuk penuh bisa menjadi sesuai keinginanmu.. ya aku berkomitmen pada diriku sendiri, aku menemukan eksistensiku dengan berkomitmen pada diriku akan dirimu. Aku benar-benar menginginkan aku menjadi sepenuh idealmu, aku tulus.. aku bersungguh-sungguh, aku akan mengeluh jika aku ingin mengeluh, aku akan marah jika ingin marah, aku akan kecewa jika ingin kecewa, dan aku telah belajar bahwa rasa itu adalah milikku sendiri yang tak harus membuat orang lain pun ikut merasakan itu. Aku membutuhkan kamu ada untuk menginginkanku, dan dengan inginmu aku akan eksis.

Malam ini aku sebenarnya aku ingin kamu menoleh dan kembali padaku yang duduk disini dalam sendiri, aku kesepian dan ingin kamu ada disini.. dan lihatlah, dengan keinginanku ini, bukankah aku sudah kembali egois padamu??

Ajarilah egoisku…..



----------------------------------------------------------

links to visit:

Bandung City Cicenet Ebook Printing Hawkins4Congress Indonesian Idol Info Indonesian Idol Org Studio Inova Lyrics Update Models Guide My Review Land My MP3 Song Night Banquet NLOCI Payday Loans my indonesian version of blog mybest friend blog another blog of mine aborsi

10 Responses to “Ajarilah egoisku”

  1. wik…. kurang lebihnya kok sama ya dengan kejadian yang aku alami barusan

  2. egois :) every human have it… :D
    kecewa karena egois atau kecewa karena kebutuhan :D

  3. :)
    when ego play, it’s gettin’ fun, is it right irdi?

  4. ::tulus = ngeluh… ooh bahasa baru nih.. :lol:

  5. ::dix kamu koq tiba-tiba menjelma jadi raksasa gitu..keh..keh.keh…

  6. mana lagi tulisannya?

  7. Maaf telah membuatmu kecewa dengan sikapku.
    tapi aku pikir itulah yg terbaik untuk kita berdua. :(
    *kabur ke balik pohon toge

  8. @Ina….

    HAYAH……… apaan??

    pohon toge….. *bikin ngiler*

  9. @Fatimah Alkaff

    ntar yaaaa… kayaknya perlu dicoret sana-sini dulu deh.. :p

  10. apa kayak gitu bisa masuk karagori egois?

Leave a Reply